Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Mei 2012

Kriteria Butir Soal (Part. 2) Contoh Soal C1 s/d C6


Contoh soal Hafalan/Ingatan (Recall) C1
Jenjang ini meliputi kemampuan menyatakan kembali fakta, konsep, prinsip, prosedur yang telah dipelajari oleh siswa.

contoh soal:

Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, penyair yang banyak menulis puisi kontemporer adalah ….
A. W.S. Rendra                                  B. Ramadhan K.H
C. Sutarji Calzoum Bachri              D. Putu Wijaya

Kriteria Butir Soal (Part. 1)


Sebagai seorang guru sudah seharusnya melakukan persiapan dalam rancangan pembelajarannya, proses hasil belajar secara bermutu akan dilihat sejauh mana sorang guru dalam meramu pembelajarannya semakin baik termasuk pembuatan butir-butir soal.
Dalam melaksanakan proses penilaian, tes merupakan alat ukur yang paling sering digunakan guru untuk mengukur hasil belajar siswa. Dari hasil tes, guru dapat mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Oleh karena itu, agar tes dapat mengukur hasil dengan tepat, maka tes harus dikembangkan dengan benar.

1. Bagaimana Membuat Perencanaan Tes yang Baik

Tes baru akan berarti bila terdiri dari butir-butir soal yang menguji tujuan yang penting dan mewakili seluruh bahan yang diujikan secara representatif. Pemilihan butir-butir soal dilakukan atas dasar pertimbangan pentingnya konsep, dalil atau teori yang diuji dalam hubungannya dengan peranannya terhadap bidang studi secara keseluruhan.
Untuk memudahkan guru dalam menyusun tes, maka perlu dibuat kisi-kisi soal yang akan menjadi acuan bagi guru dalam menulis butir soal. Kisi-kisi ini memuat beberapa informasi, antara lain cakupan materi yang akan diuji, kompetensi yang akan diuji, tingkat kesukaran soal, dan jumlah butir soal yang dibutuhkan

Panduan Deskripsi Penilaian


Apa yang perlu dipertimbangkan?
Fokus dengan apa yang ingin kita nilai.
Memperhatikan setiap perkembangan yang diperlihatkan oleh siswa kita.
Menggunakan semua data penilaian yang kita miliki. Bukan berdasarkan spekulasi.
Buatlah komentar yang khusus untuk setiap anak, relevan, spesifik dan akurat.

Apa saja yang sebaiknya ada dalam komentar yang kita buat untuk siswa kita?
pencapaian hasil belajar siswa, apa yang telah diselesaikan atau apa yang telah dapat dilakukan oleh siswa kita area dimana siswa masih membutuhkan banyak bantuan atau perbaikan
bagaimana siswa dapat belajar lebih banyak atau meningkatkan hasil belajar di masa yang akan datang.

Rabu, 16 November 2011

EEK (Eksplorasi-Elaborasi-Konfirmasi), Core Activity of Teaching!


Just for information ! 
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru melibatkan siswa mencari dan menghimpun informasi, menggunakan media untuk memperkaya pengalaman mengelola informasi, memfasilitasi siswa berinteraksi sehingga siswa aktif, medorong siswa mengamati berbagai gejala, menangkap tanda-tanda yang membedakan dengan gejalan pada peristiwa lain, mengamati objek di lapangan dan labolatorium.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru mendorong siswa membaca dan menuliskan hasil eksplorasi, mendiskusikan, mendengar pendapat, untuk lebih mendalami sesuatu, menganalisis kekuatan atau kelemahan argumen, mendalami pengetahuan tentang sesuatu, membangun kesepakatan melalui kegaitan kooperatif dan kolaborasi,  membiasakan peserta didik membaca dan menulis, menguji prediksi atau hipotesis, menyimpulkan bersama, dan menyusun laporan atau tulisan, menyajikan hasil belajar.
Konfirmasi
Dalam ini guru memberikan umpan balik terhadap yang siswa hasilkan melalui pengalaman belajar, memberikan apresiasi terhadap kekuatan dan kelemahan hasil belajar dengan menggunakan teori yang guru kuasi, menambah informasi yang seharusnya siswa kuasai, mendorong siswa untuk menggunakan pengetahuan lebih lanjut dari sumber yang terpecaya untuk lebih menguatkan penguasaan kompetensi belajar agar lebih bermakna. Dan, setelah memeperoleh keyakinan maka siswa dalam mengerjakan tugas-tugas untuk mengasilkan produk belajar yang kongkrit dan kontekstual.Guru membantu siswa menyelesikan masalah dan menerapkan ilmu dalam aktivitas yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.